JAMBI, SJBNEWS.ID - Akhir akhir ini sering terlihat perdebatan dan saling menyalahkan namun tidak berakhir sehingga menimbulkan kebencian.
karena jikalau sudah ada kebencian apapun dilakukan selalu salah, bahkan memaksakan kehendak bahkan pendapat nya lah yang benar.
Seperti Roy suryo, dr. Tifa dan Rismon Sianipar. awalnya mereka kompak dan setia bahkan membangun narasi dan panggung seolah olah seperti penyidik dan penegak hukum bisa menuduh ijazah palsu tanpa proses hukum.
Hal ini agak aneh, dari sini tampak kesetiaan bisa berubah menjadi penghianatan.
Sebagai contoh Rismon Sianipar pecah kongsi dengan Roy Suryo dan dr. Tifa, yang akhirnya rismon sianipar minta maaf dan mengakui yang dituduh ijazah palsu menjadi asli. sementara yang mengakui asli atau palsu adalah UGM.
Kita simak gerakan ketiganya ini yaitu roy suryo, dr tifa dan rismon sianipar mengaku ahli dan lain lainnya dan kapasitas mereka menuduh palsu apa kriterianya dan dari lembaga mana dan kepentingan apa hal ini perlu diuji.
Awalnya publik melihat gerakan mereka itu seolah olah orang hebat kalau berbicara di TV, seperti yang hebat.
Sementara rekaman publik selama mereka naik panggung baru terlihat antara kesetiaan dan penghianatan.
Kita amati secara etika berbicara sangat buruk karena tidak mau menerima pendapat dan penjelasan kalau tidak cocok dengan misinya, sehingga timbul perdebatan dan pola ini kurang mendidik dan merusak moral.
Apalagi rismon sianipar datang ke wapres mendapat parsel sangatlah merusak moral. Sudah menuduh tiba tiba menerima parsela, publik menilai sangat kecewa
kalaulah ada keinginan setia bangunlah kesetiaan selama lamanya. (JKP)