MERANGIN, SJBNEWS.CO.ID - Maraknya lalu lintas alat berat jenis excavator yang hampir setiap malam melintas di depan Mapolsek Bangko menuju sejumlah wilayah di Kabupaten Merangin kembali memicu sorotan masyarakat. Excavator tersebut diduga kuat akan digunakan untuk mendukung aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang hingga kini masih menjadi persoalan serius di wilayah tersebut.
Masyarakat menilai kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terhadap efektivitas pengawasan aparat. Pasalnya, alat berat yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan ilegal disebut berulang kali melintas di depan Mapolsek Bangko tanpa terlihat adanya langkah pencegahan maupun pemeriksaan yang diketahui publik.
Di tengah masifnya aktivitas tersebut, muncul anggapan di kalangan masyarakat bahwa Kapolsek Bangko terkesan bersikap acuh. Penilaian itu muncul karena lalu lintas excavator yang disebut terjadi hampir setiap malam dinilai berlangsung secara berulang, namun belum terlihat adanya tindakan yang memberikan efek jera atau penjelasan resmi kepada masyarakat.
"Jika alat berat yang diduga akan digunakan untuk aktivitas PETI dapat melintas berulang kali di depan kantor polisi, tentu masyarakat berhak mempertanyakan sejauh mana pengawasan dan komitmen aparat dalam mencegah aktivitas yang diduga melanggar hukum," ujar seorang warga.
Menurut masyarakat, persoalan ini bukan sekadar lalu lintas kendaraan berat, melainkan menyangkut dugaan rantai pasok aktivitas pertambangan ilegal. Tanpa alat berat, aktivitas pertambangan skala besar dinilai sulit dilakukan. Karena itu, pengawasan terhadap mobilisasi excavator dianggap sebagai bagian penting dalam upaya memutus dugaan praktik PETI.
Masyarakat mendesak Kapolsek Bangko dan Polres Merangin memberikan penjelasan terbuka mengenai langkah-langkah pengawasan yang telah dilakukan terhadap mobilitas alat berat tersebut. Transparansi dinilai penting agar tidak berkembang persepsi negatif yang dapat menggerus kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari Kapolsek Bangko terkait dugaan keluar-masuk excavator tersebut maupun mengenai langkah pengawasan dan penindakan yang telah dilakukan. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian untuk memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan. (Kurniawan)