PELAYAN TUHAN: Melayani ATAU Dilayani ?

- Sabtu, 11 April 2026, 12:21 AM

Rubrik Opini, SJBNEWS.ID

Pada umumnya, orang biasanya lebih senang dilayani daripada melayani. Itu terlihat bagaimana sikap seseorang itu ingin dilayani dalam setiap kebutuhannya.

Sadar atau tidak sadar, kita pernah bahkan sering memerintah orang lain untuk menyediakan apa yang kita butuhkan. Kita merasa seperti Bos di manapun kita berada dan orang lain menjadi bawahan kita.

Padahal TUHAN menghendaki setiap orang percaya untuk melayani bukan untuk dilayani. Sebab Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk melayani, bukan dilayani (Matius 20:28). Oleh karena itu sering terdengar ungkapan jika Pelayan Tuhan itu sebenarnya Melayani Atau Dilayani ?

Pelayanan sesungguh nya didasari kasih dan kerendahan hati, bertujuan menjadi berkat bagi sesama, bukan mencari penghargaan atau kebesaran diri. Pelayanan juga harus didasari oleh kasih kepada Tuhan, bukan untuk mengejar jabatan, uang, atau kehormatan duniawi.

Terlebih di zaman serba digital saat ini, terkadang kita membaca dan mendengar dari berbagai sumber media sosial tentang pelayanan gereja yang mulai melenceng, dan sering kali dikaitkan dengan pergeseran fokus dari esensi spiritual ke arah prosedural atau bahkan bisnis.

Beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam pengkajian penulis meliputi:

Kehilangan Fokus Spiritual: Pelayanan seringkali terlalu sibuk dengan kegiatan teknis, administratif, atau "pertunjukan" namun kurang dalam ketulusan pertobatan dan perjumpaan pribadi dengan Tuhan.

Mentalitas "Yang Penting Mau": Banyak gereja menerima sukarelawan atau menempatkan seseorang dalam pelayanan hanya karena orang tersebut bersedia, tanpa mempertimbangkan karunia, karakter, atau kesiapan mental-spiritualnya.

Kesimpulan dari opini penulis yaitu: Pelayanan dianggap melenceng ketika gereja lebih mementingkan "bertahan hidup" (mempertahankan sistem) daripada menjadi garam dan terang yang berdampak, serta ketika pelayanan tidak lagi didasari oleh kasih melainkan oleh kewajiban atau kebanggaan diri.

Seorang pelayan Tuhan BUKAN bekerja untuk mencapai kesuksesan pelayanan tertentu, melainkan memegang teguh komitmen kepada Tuhan untuk terus melayani-Nya.

Menjadi pelayan gereja adalah suatu kebanggaan secara kerohanian karena bekerja di ladang nya Tuhan, Padahal, realitanya bekerja sebagai pelayan Tuhan berarti harus rela berkorban demi orang-orang yang dipimpin nya.

Seorang pelayan Tuhan yang bijak tahu apa yang mereka kerjakan. Mengubah gereja bukanlah kehendak Anda, tetapi oleh kehendak Tuhan.

Pelayan Tuhan yang baik sangat peduli dan terluka apabila menyaksikan pelayanan yang di pimpin dan di jalankan nya tidak berjalan dengan baik, dan Pelayan Tuhan yang setia belajar untuk menyerahkan tanggung jawabnya kepada TUHAN.

Melayani adalah suatu anugerah, karena itu kita harus mempergunakan kesempatan dan kepercayaan itu sebaik mungkin. Sebab jika kita dipanggil untuk melayani maka itu artinya kita dipercaya oleh Allah untuk menjadi alat-Nya.

Kita yang berdosa ini, oleh karena anugerah-Nya, dilayakkan untuk melayani. Melayani juga merupakan tanda cinta kita kepada Tuhan.

Sekarang yang menjadi bahan refleksi untuk kita pribadi adalah, apakah kita sudah saling melayani dengan sesama kita?

Apakah kita mau dengan rendah hati menjadi hamba atau pelayan orang lain daripada meminta orang lain melayani kita?

Apakah pelayanan kita lebih ditujukan untuk menyenangkan Tuhan daripada memperoleh pujian manusia?

Jika kita bersedia menjadi pelayan, kita akan mendapatkan kebesaran yang sejati. Jangan menjadi pelayan yang menuntut dilayani, mari mengikut teladan Tuhan Yesus, melayani bukan untuk dilayani.

Selamat melayani dan jadilah berkat bagi semua orang.

(ASIDO GIRSANG/Editor : Redaksi)


Tags

Berita Terkait

Berita Populer

Berita Terbaru Lainnya

X